10 May diperingati sebagai Hari Lupus. Lupus itu apa sih? Lupus bukan si cowo jangkung dan gondrong yang jadi tokoh utama di buku-buku cerita jaman nyokap masih muda. Bukan…Lupus bukan yang itu…dan Lupus yang ini sebetulnya ga selucu Lupus Hilman idola remaja itu.
Lupus yang kita bicarakan di sini adalah penyakit yang menyerang sistem immun tubuh. Badan membentuk antibodi yang melawan jaringan tubuh itu sendiri. Lupus dalam bahasa latin, artinya serigala…karena penderita Lupus biasanya memiliki ruam merah di kedua pipinya berbentuk kupu-kupu menyerupai ruam putih di wajah serigala itu. Untuk lebih detail, dapat ditanyakan kepada pamanku, si Uncle Google itu. Dia lebih tau tepatnya penjelasan medis mengenai penyakit ini, secara gw juga bukan anak kedokteran. Gw cuman tahu secara umum saja.
Penderita Lupus kebanyakan adalah wanita pada usia produktif. Penyakit ini (sepertinya sampai sekarang) belum ada obatnya, tetapi dapat dijaga dengan:
1. Tidak stess
2. Menghindari pemakaian obat tertentu
3. Menghindari paparan langsung terhadap sinar matahari
4. Menghindari beban kerja yang berlebihan
Gejala umum penyakit Lupus beberapa di antaranya:
1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Penyebab Lupus sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, beberapa diagnosa di antaranya adalah faktor genetika dan faktor lingkungan.
Yang pasti kontribusi yang bisa kita lakukan bagi penderita Lupus adalah dengan tidak mendiskriminasikan mereka. Mereka sama seperti kita. Dukungan moral sangat berarti bagi para penderita Lupus untuk tetap semangat dan berjuang. Penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bila dimaintain dengan baik dan hati-hati akan memberikan umur harapan hidup yang panjang bagi penderitanya.
Ps. Tulisan ini didedikasikan untuk mengenang seorang teman baik yang sudah pergi karena penyakit Lupus.
Dan untuk seluruh penderita Lupus, don’t give up..cos you are loved!
